• Translate

6/23/2015

Strategi Forex Dengan Support, Resistance dan Trendline

Tutorial Forex |

Advertisement

Strategi Forex Dengan Support, Resistance dan Trendline | Pada level Forex Dasar Sobat telah mempelajari dasar-dasar analisis teknikal mulai dari support, resistance dan juga trendline. Channel sendiri adalah pengembangan dari trendline. Sekarang, kita akan mempelajari strategi meraih peluang pasar berdasarkan dasar-dasar analisis teknikal tersebut. 

ingatlah bahwa pada dasarnya trendline dan channel juga adalah support dan resistance. Pada saat down trend, trendline berfungsi sebagai resistance. Sebaliknya, pada saat uptrend, trendline berfungsi sebagai support.

Pada dasarnya ada dua strategi yang bisa kita terapkan berdasarkan support dan resistance. Yang pertama disebut “bounce trading”, yang kedua disebut “breakout trading”.

Bounce Trading
Ada juga yang menyebutnya sebagai “swing trading”. Metode trading ini memanfaatkan “pantulan” harga ketika harga sudah mencapai support atau resistance dan memantul dari sana. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bounce trading ini.


Intinya Sobat menunggu ada pantulan dari area support atau resistance untuk melakukan trading. Mengapa tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support? Karena Sobat memerlukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Bisa jadi pergerakan harga naik atau turun begitu tajam dan cepat hingga langsung menembus support atau resistance. Nah, pantulan inilah yang menjadi semacam pertSobat bahwa level support atau resistance itu masih kuat.

Breakout Trading
Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu Sobat masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading. Strategi breakout trading ini seratus persen berbeda dengan bounce trading. Jika pada bounce trading Sobat menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout Sobat malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.

Ilustrasi di bawah ini menggambarkan strategi breakout trading dengan memanfaatkan tembusnya support atau resistance.


Strategi yang digambarkan di atas merupakan strategi agresif, di mana transaksi langsung dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi tembusnya level support atau resistance. Yap, lagi-lagi konfirmasi dibutuhkan untuk melakukan aksi.

Suatu support atau resistance dianggap tembus jika memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal berikut:
  • Jika Sobat menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick tersebut harus memotong/menembus garis support atau resistance.
  • Pada saat terjadi breakout, terjadi peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatannya, maka breakout dianggap semakin valid. Mengenai volume ini, akan kita bahas nanti.

Nah, itu tadi adalah strategi breakout trading yang agresif. Tapi ada trader yang memilih untuk menunggu konfirmasi selanjutnya. Konfirmasi lagi… konfirmasi lagi… mungkin itu yang Sobat pikirkan sekarang. Terbiasalah dengan itu, karena Sobat akan banyak mengulang kata tersebut sepanjang perjalanan Sobat menempuh rimba trading yang penuh tantangan ini.

Golongan trader yang tidak agresif ini menerapkan strategi breakout yang agak konservatif. Supaya lebih gampang, kita sebut saja strategi breakout konservatif. Bagaimana sih strategi konservatif ini?
Strategi breakout konservatif ini sebenarnya memadukan strategi breakout dan bounce trading.


Baik strategi breakout agresif maupun konservatif memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Jika Sobat menggunakan strategi breakout yang agresif, keuntungan yang Sobat peroleh adalah Sobat bisa segera entry dan tidak akan ketinggalan “momen”. Tapi tentu saja strategi ini memiliki kelemahan. Misalnya Sobat telah melakukan sell segera ketika support tembus, namun ternyata harga naik lagi dan kembali berada di atas support tadi.

Nah, strategi konservatif memiliki keunggulan dalam hal itu. Dengan menggunakan strategi ini, kemungkinan Sobat untuk terjebak adalah lebih kecil karena Sobat menunggu pullback dulu dan mencari konfirmasi pantulan. Namun perlu diketahui juga bahwa PULLBACK TIDAK SELALU TERJADI setelah terjadi breakout. Di sinilah kelemahan strategi konservatif, yaitu Sobat akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk entry karena harganya sudah telanjur lari.

Setiap trader punya gaya yang berbeda-beda. Sobat bisa memutuskan apakah Sobat akan menjadi si Agresif atau sang Konservatif. Bagi Sobat yang penyabar, strategi konservatif mungkin cocok untuk Sobat terapkan. Namun jika Sobat adalah pribadi yang gesit dan menyukai tantangan, mungkin lebih cocok menggunakan strategi agresif. Silakan pilih sesuai dengan kepribadian Sobat.

Semoga Bermamfaat,

Disqus
Blogger
Comment
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>, and please parse the code in the parser box below.
Show Parser Box

No comments Add Comment

Comments not appropriate topic will sign SPAM.