• Translate

5/24/2016

Dev : Linux Mint 18 Hadirkan Xapps Software

Tutorial Software |

Advertisement

Dev : Linux Mint 18 Hadirkan Xapps Software | Linux Mint salah satu distro Linux terbesar di dunia, mengumumkan bahwa Linux Mint 18 hadir Tanpa Multimedia Codec dan sebagai gantinya akan menghadirkan Xapps Software didalamnya.

Dev : Linux Mint 18 Hadirkan Xapps Software

sebagaimana kita ketahui Linux Mint adalah salah satu Distro berbasis Ubuntu terkenal di dunia, berbeda dengan Distro resmi turunan Ubuntu seperti Kubuntu, Xubuntu dan Lubuntu. Linux Mint hadir dengan rombakan yang besar-besaran serta kehadiran Cinnamon yakni Desktop Mint yang khas.

Selain itu, salah satu fitur lainya yang menjadi unggulan adalah kehadiran Multimedia Codec di instalasi ISO bawaan Linux Mint. dengan kata lain, dibandingkan Ubuntu, Mint bisa langsung memainkan file multimedia yang mengharuskan butuh codec proprietary lewat player tanpa harus mengunduh terlebih dahulu. 

Hadir Tanpa Multimedia Codec
 Multimedia Codec

tapi, sepertinya hal itu akan tergantikan di Linux Mint 18. dimana, Developer dibalik Linux Mint menuliskan di dalam blognya bahwa ke depan Linux Mint 18 akan hadir tanpa Multimedia Codec di file instalasi. ya jadi secara default, saat memakai Live CD/USB atau instal melalui PC. maka, anda tidak bisa memainkan file Multimedia secara default. untuk bisa memainkanya, layaknya Distro lainya, anda harus mengunduh dan menginstalnya sendiri.

Namun, tidak usah cemas. bagi pengguna awam dan baru yang masih awam akan terminal. developer menyediakan menu khusus dengan cara :
  • Dari “Welcome Screen” klik “Multimedia Codec
  • Dari menu utama klik “Menu” → “Sound and Video” → “Instal Multimedia Codec
  • Saat process instalasi dengan mengklik “Checklist” yang disediakan.
anda bisa memilih opsi ketiga diatas. untuk menggunakan opsi diatas, membutuhkan Internet.

Developer berpendapat, melakukan hal ini dikarenakan. opsi menghadirkan “Multimedia Codec” hanya sedikit meningkatkan antusiasme pengguna baru namun, dibayar dengan harga lisensi yang cukup mahal. untuk itulah opsi ini di tempuh.

“Although the rationale made sense (codecs could be played in live sessions, the decision to have them could be made prior to downloading the ISO and thus didn’t require additional installation steps, OEM installations were clearly separated from mainstream ISOs and out of reach of novice users, particularly people previously experienced with downloading and installing Windows and who interpreted “OEM” as an opposite to “Customized”), it was very costly and it only slightly improved our distribution.”

With this in mind, OEM installation disks and NoCodec images will no longer be released. Instead, similar to other distributions, images will ship without codecs and will support both traditional and OEM installations.”


Ditambah, Developer Linux Mint menyebutkan telah meminimalisir Release Cycle dari semula 18 ISO sekarang hanya 12 ISO saja.

Desktop Environment Baru 

About Mate

Linux Mint 18 hadirkan beberapa DE terbaru beberapa diantaranya adalah :
  • Cinnamon 3.0 : Cinnamon 3.0 akan digunakan untuk Linux Mint versi Cinnamon. tidak terlalu bawa upgrade besar-besaran fokus utama di stabilitas saja. info changelogs bisa kunjungi disini
  • Mate 1.14 : Bagi anda yang rindu akan Gnome 2 bisa memakai DE ini. di versi terbaru fokus membawa support GTK3+ di software yang ada sebelumnya.
  • LMDE 2 “Betsy” : Sedang pengerjaan belum ditentukan memakai DE yang mana.
XAPPS

Tidak lupa, selain menghadirkan DE terbaru, Linux Mint juga hadirkan apa yang disebut sebagai Xapps Software. sesuai namanya, Xapps merupakan inisiatif untuk hadirkan beragam aplikasi cross-platfrom (antar DE Linux Mint) demi tingkatkan produktivitas. dengan hadirkan beragam port software pilihan yang di optimalisasi. diantaranya adalah :
  • Media player Port dari totem, disebut xplayer.
  • Text Editor Port dari pluma, disebut xed.
  • Image Viewer Port dari eog, disebut xviewer.
  • Document Reader Port dari atril, disebut xreader.
dan beberapa software lain juga menjadi kandidat dari Xsoftware ini.

Berbasiskan Ubuntu 16.04 LTS
Kalau hal ini sudah pasti anda banyak yang sudah tahu, dengan Kernel 4.4.4 lebih mendukung banyak software yang support. namun, developer Linux Mint juga berusaha improvisasi support di hardware terkini. 

Support HiDPI Lebih Baik
Linux Mint masih belum bisa menjalnkan dalam mode HiDPI dengan baik di versi sebelumnya, masih banyak aplikasi yang memiliki scaling kurang baik. saya sendiri mengalaminya. namun, di versi Linux Mint 18 ini, Developer merencanakan hadirkan support HiDPI lebih baik. berbagai aplikasi yang di porting ke GTK3/Python3/Gsettings di coba untuk improve di HiDPI. salah satunya adalah Firefox.

Tidak lupa, Mate 1.16 yang hadirkan support HiDPI lebih baik rencana akan dijadikan jadi default DE di 18.1 kelak

Theme Baru Lebih Simple : Modern dan Flat !!!
Developer Linux Mint juga mengikuti trend yang ada pada dunia desain, yakni menghadirkan tampilan Theme yang lebih flat. Theme ini memiliki ciri-ciri lebih sederhana, lebih enak di mata dan juga lebih hemat batterai.

 

Theme baru ini, diberinama project “Theme Y” anda bisa lihat contoh diatas, dengan Theme ini, memungkinkan anda juga menggabungkan kombinasi warna bar hitam dan menu silver di cinnamon. Theme Y sendiri ini menggunakan desain reference “Moka” dan “ARC” sebelumnya.

Developer menyebutkan, paling cepat Linux Mint 18 BETA akan hadir di bulan Juni 2016 nanti. kita Tunggu saja ya.

Disqus
Blogger
Comment
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>, and please parse the code in the parser box below.
Show Parser Box

No comments Add Comment

Comments not appropriate topic will sign SPAM.